KARTINI (Kajian Rutin IMMawati)

Islam adalah agama yang sangat menghargai dan menghormati kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Perempuan merupakan makhluk Allah yang memiliki banyak keistimewaan. Sehingga dalam islam perempuan ditempatkan pada posisi yang mulia. Dari sisi lain peran seorang perempuan itu juga banyak, sebagai seorang anak yang kelak menjadi khalifah, sebagai ibu yang melahirkan dan kemudian mengabdi kepada masyarakat. Karena keistimewaan dari seorang perempuan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memiliki sebutan tersendiri untuk perempuan.

Pembahasan yang dibahas pada kajian diskusi kali ini tentang perempuan dengan tema “Hakikat dan Jati Diri Seorang IMMawati”.IMMawati sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga kita, namun banyak juga orang yang belum mengenal bahkan tau apa arti dari IMMawati sendiri. IMMawati adalah sebutan bagi kader perempuan di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. IMM merupakan organisasi otonom Muhammadiyah yang eksis di berbagai perguruan tinggi sebagai wadah bagi mahasiswa. Kajian rutin PK IMM Syaf Battar ini diadakan oleh bidang IMMawati sendiri, dengan pemateri IMMawati Khalifia Nadhiatul Azmi yang sekarang menjabat sebagai sekbid RPK di Pimpinan Cabang IMM kota Semarang tahun 22/23. Dari dikusi kajian pada hari Senin (27/03/23) dapat diambil kejalasan dibawah ini:

Hakikat seorang IMMawati yakni sebagai anugrah sebab perempuan dalam islam dimuliakan. Karena Allah menyediakan dan memberikan seorang khalifah di setiap peradapaan yang dihadapi. Selain itu sebagai IMMawati kita dipandang bukan karena paras kecantikan yang dimiliki, bukan pula karena kekayaan, dan bukan pula karena memiliki banyak kelebihan.  Karena perempuan sebagai ciptaan yang tak memiliki apa-apa, sehingga Allah memilih untuk dijadikan manusia yang istimewa yakni perempuan. Dengan keistimewaan tesebut Allah memberi seorang perempuan ilmu yang dapat mendekatkan kepada Allah sang Pencipta, diberikannya pula harta agar dengan harta tersebut seorang hamba dapat dekat pada-Nya. Dan sebagai individu tak pantas mendekatkan diri kepad-Nya dalam kesendirian, karena bagaimanapun perempuan merupakan makluk sosial. Sebagaimana misi yang diemban IMMawati dalam berikatan adalah melestarikan suatu masyarakat yang beradab sesuai dengan tujuan IMM dan Persyarikaan tanpa mengabaikan trilogi ikatan, yakni: (1) Kemahasiswaan, (2) Kemasyarakatan, dan (3) Keagamaan. Sehingga dalam berikatan sebagai warga Muhammadiyah tak boleh lepas beramar ma’ruf nahi mungkar, bukan karena alasan apapun, namun hanya karena Allah yang menciptakan dan mendesain manusia sebagai umat terbaik yang memberi manfaat pada manusia lainnya.

Memasuki pada pembahasan jati diri seorang IMMawati. Jati diri sendiri memiliki makna ciri-ciri atau identitas seseorang, dan arti lain yakni inti, jiwa, semangat, serta daya gerak. Bidang IMMawati sebagai bagian integral dari IMM yang bertujuan mengusahakan terbentuknya akademisi yang Muslimah dan berakhlak mulia dalam mencapai tujuan Muhammadiyah. Selain itu gambaran profil atau gambaran seorang IMMwati seperti jujur, baik hati, amanah, dapat menahan pandangan, sehingga bisa menggambil peran yang sama seperti halnyaseorang laki-laki, yang menisbatkan dirinya untuk melanjutkan cita-cita Muhammadiyah. Karena IMMawati merupakan putri Muhammadiyah, sehingga wajib untuk mengenal diri kita sebagai perempuan yang memiliki peran dari 3 aspek: (1) Aspek ideologi persyarikatan Muhammadiyah seperti akidah, ibadah, dan akhlaqul karimah. (2) Aspek intelektual yang berarti dapat berfikir kritis dalam membenah ikatan. (3) Aspek kemasyarakatan yakni tak hanya persoalan internal saja, tapi seorang IMMawati juga ikut andil dalam persoalan sosial masyarakat.

Maka dari itu kiprah IMMawati dalam IMM tidak bisa di pandang sebelah mata, sebab pergerakan yang dilakukan oleh IMMawati dalam membina para kader IMM demi terbentuknya akademisi Muslimah yang berakhlak mulia kini mulai bisa dipertimbangkan, mengigat IMMawati merupakan bagian dari salah satu ikon perubahan dalam perkembangan kader pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.