Berjalanan beriringan dalam satu ikatan. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menaungi mahasiswa/i UIN Walisongo Semarang. Sejarah singkat, mulanya hanya ada satu pimpinan komisariat yaitu dipegang oleh komisariat Al-Faruqi. Komisariat ini merupakan komisariat pertama dan tertua di UIN Walisongo menaungi semua kader di seluruh fakultas. Tak berhenti disini komisariat Al-Faruqi kian melebarkan sayap nya dengan adanya komisariat baru Jendral Soedirman. Komisariat Jendral Soedirman menaungi beberapa fakultas yaitu Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI), Fakultas Syariah Hukum (FSH), Fakultas Psikologi & Kesehatan (FPK), Fakultas Dakwah & Komunikasi (FDK) dan Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik (FISIP). Sedangkan komisariat Al-Faruqi menaungi beberapa fakultas yang berada di kampus 2 meliputi, Fakultas Sains & Teknologi (FST), Fakultas Ilmu Tarbiyah & Keguruan (FITK), dan Fakultas Ushuludin & Humaniora (FUHUM). Keduanya saling bahu membahu untuk mengembangkan ikatan di lingkungan UIN Walisongo. Latar belakang para kader IMM yang bermacam- macam baik itu dari kalangan Muhammadiyah, nahdliyin maupun yang lain tidak menjadi halangan untuk tetap ber-Fastabiqul Khairat. Karena IMM bersama siapa saja yang ingin berproses dan tentunya tiap Langkah geraknya berlandaskan atas trilogy IMM.

 

Pada musyawarah komisariat di tahun 2018 menghasilkan putusan pergantian kepemimpinan baru yaitu terpilihnya IMMawati Laela Royana sebagai ketua umum komisariat Jendral Soedirman dan IMMawan Ilham Ramadhani sebagai ketua umum komisariat Al-Faruqi. Agenda rutin musyawarah komisariat ini melahirkan komisariat baru yang dinamakan komisariat paripatetik. Komisariat paripatetik mengambil alih Fakultas Ushuludin & Humaniora (FUHUM) dan Fakultas Sains & Teknologi (FST) dengan tampuk kepemimpinan pertama IMMawan M. Ikhfi Azhari. Dengan bertambahnya satu komisariat baru ini, maka sudah terpenuhi syarat didirikannya Koordinator Komisariat (KORKOM). Tepat Maret 2018 dengan ketua umum terpilih IMMawan Deidi Hariyadi dan sekretaris umum terpilih IMMawan Ahmad Wildan.

 

Memasuki era baru, komisariat Jendral Soedirman pada musyawarah komisariat II tanggal 20 November 2019 melalui sidang komisi C melahirkan usulan pemekaran dan pendirian komisariat baru. Tapi usulan ini menuai pro dan kontra, setelah melalui perdebatan dan musyawarah akhirnya menghasilkan keputusan akhir untuk mendirikan komisariat baru yang menaungi FEBI dan FSH. IMMawan Ari Tri Rangga Esa sebagai ketua umum Jendral Soedirman dan IMMawan Ossama Donny Kosasih sebagai ketua umum komisariat baru.

 

Komisariat baru ini kemudian resmi diberi nama Sayf Battar. Sayf Battar yang merupakan sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut “pedangnya para nabi” dengan harapan para pimpinan saat itu adalah IMM Sayf Battar dapat berjuang di komisariat sekeras perjuangan Nabi Muhammad dengan pedangnya, sehingga selayaknya pedang seorang rasul yang tidak terhunus kecuali kepada yang batil demi berjayanya yang haq. Komisariat ini juga bisa menjadi lahan untuk ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar seperti yang terkandung dalam Q.S Ali Imran : 104.