Bukan globalisasi dan maraknya IPTEK yang mengubah zaman. Globalisasi akan terus menjadi tuntutan yang sedang dan akan dihadapi. Selain itu pesatnya perkembangan teknologi informatika juga menjadi tantangan yang harus dihadapi terkhusus pada dunia pendidikan.  Bangsa ini sekarang berada dalam luapan informasi yang identik dengan era literasi. Era ini menggambarkan  kemampuan berkomunikasi, berinteraksi dan berakoalisi yang dinyatakan secara lisan maupun tulisan. Keterampilan dalam berliterasi memiliki penggaruh besar bagi keberhasilan generasi muda dan juga sangat penting dalam mendukung kompetensi-kompetensi yang dimiliki. Sumber daya potensial dapat mendukung keberhasilan dalam segala pembangunan, yang dimaksud potensi generasi muda berarti generasi muda identik dengan kreativitas, menciptakan hal-hal yang dapat dijadikan karya dengan bermacam-macam inovasi yang dapat digunakan untuk membangun bangsa menjadi bangsa yang maju. 

Bangsa Indonesia butuh generasi berkarakter, karena generasi yang berkarakter akan menjunjung tinggi pancasila, sehingga generasi muda ini diharapkan akan menjadi generasi berkarakter sesuai dengan harapan bangsa. Generasi muda dianggap agent of change atau yang menjadi pemegang tingkat estafet pembangunan. Oleh sebab itu, keberhasilan bangsa dan negara berada di pundak para generasi muda.

Globalisasi yang terjadi mengubah hampir segala aspek kehidupan masyarakat. Banyak bidang yang terlibat seperti bidang teknologi, informasi, komunikasi, politik, hukum, keamanan, sosial, budaya hingga ekonomi. Sehingga di harapkan generasi muda dapat memahami kondisi tersebut dan dapat bersikap semestinya. Dalam era globalisasi saat ini, menjadi generasi muda yang unggul bukan lagi merupakan suatu pilihan tetapi menjadi suatu keharusan bagi bangsa ini, sekiranya Indonesia ingin menjadi Negara yang bermartabat dan disegani dalam masyarakat internasional, sehingga kontribusi dan peran pemuda dalam aktualisasi ASEAN Community sangatlah penting. Kali ini Indonesia dihadapkan dengan Asean Economic Community atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dengan tujuan menjadikan kawasan asia tenggara sebagai kawasan yang makmur dengan pembangunan serta pembangunan ekonomi yang merata di tiap-tiap Negara yang menjadi anggotanya. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini ibarat wadah bagi Anggota ASEAN untuk melebur ke  perekonomian yang hampir tidak ada batasnya. Sehingga semua bebas untuk berinovasi, berdagang, dan berinteraksi. Negara-negara yang terlibat dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) hanyalah Negara-negara Asia Tenggara saja diantaranya Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Laos, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Dalam mewujudkan Asean Economic Community atau masyarakat ekonomi Asean (MEA), khususnya Negara Indonesia para intelek mudalah yang menjadi agen perubahan, sehingga harus berbenah diri agar menjadi suatu jawaban yang tepat untuk menjawab tantangan global. Dengan cara meningkatkan kualitas diri yang dapat dibentuk melalui suatu informasi dengan memahami, menggunakan, mengganalisis, dan mentransformasikannya, sehingga hal tersebutlah yang menjadikan seseorang disebut literat. Para literat dapat memahami transformasi makna literasi tidak hanya membaca dan menulis tetapi juga mencakup praktik kebudayaan yang berhubungan dengan berbagai  bidang, seperti sosial dan politik. 

Generasi muda harus siap menjadi generasi yang mampu menghadapi tantanggan MEA dengan menggunakan penguatan literasi. Pengguasaan literasi tersebut sangat penting agar generasi muda menggetahui perkembangan atau kemajuan informasi, sehingga generasi muda siap menghadapi persaingan dalam berbagai aspek kehidupan, siap menjawab pertanyaan atau pernyataan dari berbagai kalanggan dalam kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asian (MEA). Indonesia memang sudah dihadapkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), sehingga generasi muda harus telah siap dalam tantanggan menghadapinya melalui penguasaan literasi.


Penulis: Aida Baitis Tsani